Scroll untuk baca artikel
BeritaNewsTrending

BPJS Kesehatan Perkuat Sinergi dengan Ditjen Dukcapil untuk Tingkatkan Layanan

20
×

BPJS Kesehatan Perkuat Sinergi dengan Ditjen Dukcapil untuk Tingkatkan Layanan

Sebarkan artikel ini

Kabar Ngetren/Jakarta – BPJS Kesehatan menegaskan komitmennya untuk terus mempererat kerja sama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri. Komitmen ini ditekankan dalam pertemuan antara tim dari kedua instansi yang digelar di Hotel Mercure, Cikini, Jakarta, Senin (6/5).

Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda penting, termasuk monitoring dan evaluasi Sinergi Data Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan Data Kependudukan melalui aplikasi Monitoring Sistem Integrasi Data Kependudukan (m-SINK).

Acara dibuka oleh Asisten Deputi Bidang Data Peserta BPJS Kesehatan, Moeis Sanusi, yang didampingi oleh jajarannya. Hadir pula dalam pertemuan tersebut Kasubdit Pengelolaan Data Kependudukan Direktorat PIAK, Hera Mutiara, dan Analis Monitoring Evaluasi dan Pelaporan Direktorat IDKN Ditjen Dukcapil, Gede Gusta.

Dalam sambutannya, Moeis Sanusi menegaskan kembali komitmen BPJS Kesehatan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia. “Saat ini lebih dari 271 juta data BPJS telah berhasil dipadankan dengan data kependudukan dari Dukcapil. Ini menandakan langkah maju dalam integrasi data kesehatan,” ujarnya.

Moeis juga menyebutkan bahwa BPJS Kesehatan ingin terus memperbarui dan memperluas cakupan data dengan mengajukan penambahan 13 juta data lagi untuk dipadankan selama periode Agustus 2023 hingga Mei 2024. Selain itu, BPJS-Kes tengah mengembangkan aplikasi baru dan berencana mengirim surat resmi ke Ditjen Dukcapil untuk pelaksanaan Proof of Concept (PoC) setelah aplikasi tersebut rampung dikembangkan.

Gede Gusta dari Subdirektorat Layanan Teknis Hak Akses Integrasi Data Kependudukan Pusat (LTHAIDKP) pada Direktorat IDKN menjelaskan mengenai implementasi sistem Face Recognition (FR) dan persiapan PoC aplikasi baru tersebut. “Proses implementasi FR BPJS Kesehatan pada umumnya berjalan dengan lancar. Ini menandakan komitmen BPJS-Kes dalam memperbarui teknologi untuk efisiensi layanan kesehatan,” kata Gede Gusta.

Dirjen Dukcapil, Teguh Setyabudi, dalam berbagai kesempatan menyatakan bahwa BPJS Kesehatan telah lama bekerja sama dengan Ditjen Dukcapil, termasuk dalam penggunaan teknologi FR. Teguh menyampaikan bahwa proses e-KYC dengan menggunakan teknologi FR sangat dibutuhkan di era sekarang untuk mempercepat pelayanan, terutama pelayanan kesehatan yang merupakan layanan dasar bagi masyarakat. “Dukcapil siap memfasilitasi lembaga pengguna dalam penggunaan teknologi FR dalam proses e-KYC untuk percepatan pelayanan,” kata Dirjen Teguh Setyabudi.

Dengan kolaborasi yang terus diperkuat ini, diharapkan integrasi data antara BPJS Kesehatan dan Ditjen Dukcapil semakin efektif, memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat dalam mendapatkan layanan kesehatan yang lebih baik dan efisien.

Sumber: Puspen Kemendagri, editor: eFHa.