Scroll untuk baca artikel
BeritaNewsTrending

Eks Kadis Perkim Rohul Ditahan atas Kasus Korupsi, Kerugian Negara Miliaran Rupiah

32
×

Eks Kadis Perkim Rohul Ditahan atas Kasus Korupsi, Kerugian Negara Miliaran Rupiah

Sebarkan artikel ini

Kabar Ngetren/Rokan Hulu – Mantan Kepala Dinas Perumahan Pemukiman (Perkim) Rokan Hulu (Rohul) dengan inisial HI kini berada dalam jeratan hukum terkait tindak pidana korupsi dalam kasus pengadaan BBM dan sewa sarana mobilitas darat untuk 16 UPT di Rohul. Kini, HI dihadapkan pada ancaman hukuman penjara seumur hidup. Kamis, (16/5).

Kapolres Rohul, AKBP Budi Setiyono SIK MH, memimpin konferensi pers di Mako Polres Rohul yang dihadiri oleh Kasatreskrim AKP Dr. Raja Kosmos Parmulais SH MH, personel Polres Rohul, dan puluhan wartawan lainnya. Kasus ini telah dinyatakan P21 oleh Kejari Rohul sebagai langkah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi.

Para tersangka, HI (mantan Kadis Perkim) dan JT (kontraktor Direktur PT Esa Riau Berjaya), dijerat dengan Pasal 2 ayat (1), Pasal 3, dan Pasal 8 UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman hukuman paling lama seumur hidup. Dari keduanya, barang bukti berupa 521 dokumen dan surat, uang tunai sebesar Rp 2 miliar, sepeda motor Honda Vario, komputer, dan barang lainnya telah disita.

Kerugian negara akibat kasus ini diperkirakan mencapai Rp 6,28 miliar. Penyidik juga telah memeriksa 17 saksi terkait kasus tersebut. Kapolres Rohul menjelaskan bahwa penyerahan uang Rp 2 miliar oleh tersangka HI diharapkan dapat membantu proses hukum, meskipun keputusan akhir bukan ranah Polri.

Kasat Reskrim AKP Dr. Raja Kosmos Parmulais SH MH menegaskan bahwa proses penindakan korupsi ini sebagai bentuk konsistensi dari Polres Rohul. Penyidik telah menerbitkan surat perintah penyidikan baru terkait pertanggungjawaban anggaran tahun 2019 dan telah memeriksa 17 saksi, termasuk tiga mantan Kepala Dinas Perkim.

“Tersangka telah ditahan selama 120 hari, dengan penyidikan dimulai sejak Agustus 2023,” tambahnya. Pada 11 Januari 2024, penyidik menetapkan HI dan JT sebagai tersangka. “Dalam kasus ini, kami menemukan adanya pemalsuan dokumen terkait pengiriman barang dan dukungan perusahaan,” ungkap Kosmos.

Lebih lanjut, Kasat Reskrim menjelaskan bahwa 17 saksi yang diperiksa merupakan bagian dari penyelidikan kasus korupsi yang sama untuk anggaran tahun 2019. “Total kami telah memeriksa 71 saksi dan 4 ahli untuk kasus HI dan JT,” pungkas AKP Dr. Raja Kosmos.

Sumber: Humas Polres Rohul, editor: eFHa.