Scroll untuk baca artikel
BeritaNewsTrending

Kapal Selam “Future Submarine” TNI AL

16
×

Kapal Selam “Future Submarine” TNI AL

Sebarkan artikel ini

Kabar Ngetren/Jakarta – TNI Angkatan Laut (TNI AL) bekerjasama dengan Paguyuban Hiu Kencana menyelenggarakan Seminar Kapal Selam “Future Submarine” di Hotel Borobudur, Jakarta, selama dua hari pada Selasa dan Rabu, (14-15/5). Seminar ini bertujuan untuk membahas modernisasi kapal selam TNI AL sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan laut Nusantara.

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali ini membahas kemajuan teknologi kapal selam, terutama non-nuklir dengan sistem propulsi yang memungkinkan kapal selam bertahan lama di bawah air. Sistem ini dilengkapi dengan torpedo dan rudal berakurasi tinggi dan berkekuatan besar.

Modernisasi kapal selam ini didorong oleh perkembangan teknologi Air Independent Propulsion (AIP) dan Lithium Ion Battery (LIB) di berbagai negara maju. Teknologi tersebut memungkinkan kapal selam beroperasi di bawah permukaan laut selama 14 hingga 78 hari tanpa harus muncul ke permukaan.

Laksamana Ali menyatakan bahwa seminar ini melibatkan berbagai pihak untuk berdiskusi dan berbagi pengetahuan mengenai kapal selam serta aset-aset yang dapat memperkuat TNI AL. “Harapannya, dengan mengundang industri perkapalan nasional dan internasional serta produsen kapal selam, dan menghadirkan peserta dari Angkatan Laut serta purnawirawan, BRIN, dan beberapa lembaga pendidikan, kita dapat berdiskusi dan menambah referensi tentang kapal selam serta aset yang memungkinkan memperkuat TNI AL,” ungkapnya. Selasa, (14/5).

Dalam seminar ini, para peserta menerima materi tentang kapal selam masa depan dari sembilan pembicara, yaitu Dr. Wahyu Widodo Pandoe (BRIN), Prof. Dr. Indrojono Soesilo (Akademisi), Prof. Dr. Agus Purwanto (Ahli Baterai Lithium Ion), Dr. Edy Prasetyonon (Universitas Indonesia), Laksda TNI Dr. Bambang Irwanto (Dirjen Kuathan Kemhan), Dr. Kaharuddin Djenod (CEO PT PAL), Laksda TNI Tri Harsono (Askomlek Kasal), Dr. Sasono Rahardjo (Ahli Optik BRIN), dan Laksma TNI Sa’ban Nur Subkhan (Dir Min Lakgar Ditjen Renhan Kemhan).

Seminar ini dihadiri oleh 200 peserta yang terdiri dari personel TNI AL, perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves), Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Paguyuban Hiu Kencana, akademisi dari berbagai universitas, media massa, serta beberapa perusahaan transportasi dan Alutsista dari berbagai negara.

Sumber: Dispen AL, editor: eFHa.