Scroll untuk baca artikel
BeritaNewsTeknologiTrending

Kolaborasi Inovatif: BRIN, PT Dahana, dan LPDP Bersatu dalam Pengembangan Propelan Roket

34
×

Kolaborasi Inovatif: BRIN, PT Dahana, dan LPDP Bersatu dalam Pengembangan Propelan Roket

Sebarkan artikel ini

Kabar Ngetren/Bogor – Pusat Riset Teknologi Roket Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah menjalin kesepakatan penting dengan PT Dahana dan Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan. Kesepakatan ini membahas pemanfaatan prototipe hasil riset pengembangan propelan impuls spesifik (Isp) 240 untuk bahan bakar roket pertahanan kaliber 122 mm dengan daya jangkau lebih jauh. Ini merupakan hasil riset dari program pendanaan Riset Inovatif Produktif (RISPRO) LPDP untuk komersialisasi menjadi prototipe produk.

Penandatanganan kesepakatan dilakukan secara daring oleh Kepala Pusat Riset Teknologi Roket BRIN, Arif Nur Hakim, dan Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dahana, Suhendra Yusuf pada Rabu (8/5). Acara ini disaksikan oleh para periset Pusat Riset Teknologi Roket, perwakilan PT Dahana, dan perwakilan LPDP.

Riset yang dipimpin oleh Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Teknologi Roket BRIN, Heri Budi Wibowo, telah menghasilkan prototipe propelan Isp-240 yang diujicoba untuk roket RX-122 di Stasiun Peluncuran Roket Garut, Jawa Barat pada September 2023.

Propelan adalah bahan bakar atau sumber tenaga mesin roket yang memerlukan kinerja tinggi dengan nilai Impuls Spesifik (Isp) yang tinggi.

Tujuan dari riset propelan Isp-240 adalah meningkatkan performa roket pertahanan kaliber 122 mm hingga mencapai jarak jangkau 30 kilometer. PT Dahana, yang telah lama terlibat dalam pengembangan roket pertahanan, akan memanfaatkan hasil riset ini untuk meningkatkan kualitas roket RHan 122B dan RHan 450.

Arif Nur Hakim menambahkan bahwa riset ini akan diterapkan tidak hanya pada roket kaliber 122 mm, tetapi juga pada roket-roket pertahanan lainnya.

“BRIN dan PT Dahana sepakat untuk melanjutkan proses sertifikasi agar dapat melakukan komersialisasi,” terangnya.

Heri Budi Wibowo menjelaskan bahwa propelan Isp-240 memiliki impuls spesifik 10 persen lebih tinggi dari yang biasa digunakan untuk roket pertahanan Rhan-122B. Dengan propelan ini, diharapkan jarak rata-rata roket pertahanan RHan-122B dapat meningkat dari 23 kilometer menjadi 28 kilometer.

Peluncuran resmi prototipe propelan Isp-240 dan proses sertifikasi dijadwalkan pada Senin, (13/5), di Gedung Energetic Material Center (EMC) PT Dahana, Subang, Jawa Barat. Acara ini akan dihadiri oleh Kepala Pusat Riset Teknologi Roket, Direktur PT Dahana, dan pejabat terkait lainnya.

“Dalam waktu tiga tahun, diharapkan produk propelan Isp-240 sudah tersertifikasi dan siap untuk dikomersialisasi,” pungkasnya.

Sumber: Humas BRIN/DV, editor: eFHa.