Scroll untuk baca artikel
AgamaBeritaNewsTrending

Mengapa Basmalah Penting dalam Pembukaan Surah Al-Fatiḥah

26
×

Mengapa Basmalah Penting dalam Pembukaan Surah Al-Fatiḥah

Sebarkan artikel ini

Kabar Ngetren/Purbalingga – Surah Al-Fatiḥah, sebagai pembuka Al-Qur’an yang mulia, dimulai dengan Basmalah: “بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ” (“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”). Basmalah ini memiliki signifikansi yang mendalam dalam pemahaman agama Islam dan praktik sehari-hari umat Islam.

Ada dua pandangan utama mengenai Basmalah dalam pembukaan Al-Fatiḥah. Pertama, beberapa ulama menganggap Basmalah sebagai ayat tersendiri yang menjadi kepala setiap surah Al-Qur’an. Pandangan ini didukung oleh Imam Malik dan Imam Abu Hanifah, serta beberapa ahli qiraah dan fuqaha. Mereka berpendapat bahwa Basmalah adalah pembatas antara satu surah dengan surah yang lain.

Kedua, pandangan lainnya adalah bahwa Basmalah adalah bagian dari surah Al-Fatiḥah itu sendiri. Ini didukung oleh Imam Syafi’i dan beberapa ahli qiraah lainnya. Pandangan ini menunjukkan bahwa Basmalah harus dibaca dengan suara keras dalam salat, sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw dan para sahabat.

Basmalah mengandung makna yang dalam. Dengan menyebut nama Allah sebelum melakukan suatu pekerjaan, seorang Muslim selalu mengingat kehadiran-Nya dan norma-norma-Nya. Ini membantu individu untuk melakukan pekerjaan dengan kepatuhan terhadap ajaran agama dan menghindari kerugian terhadap orang lain. Membaca Basmalah juga mengingatkan bahwa segala sesuatu yang dilakukan adalah atas izin dan kehendak Allah.

Dalam praktik sehari-hari, memulai setiap pekerjaan dengan menyebut nama Allah membawa berkah. Nabi Muhammad saw menyatakan bahwa setiap pekerjaan penting yang tidak dimulai dengan Basmalah akan kehilangan berkahnya. Ini menunjukkan pentingnya kesadaran spiritual dalam setiap tindakan yang dilakukan oleh seorang Muslim.

Basmalah juga membedakan praktik umat Islam dari praktik keagamaan sebelum kedatangan Islam. Sebelum Islam, orang Arab mungkin menyebut nama dewa-dewa mereka dalam melakukan pekerjaan. Namun, dengan Islam, mereka diajarkan untuk mengingat Allah dalam setiap tindakan mereka, mengakui-Nya sebagai satu-satunya Tuhan yang layak disembah.

Dengan demikian, Basmalah dalam pembukaan surah Al-Fatiḥah bukan hanya sekadar kata-kata, tetapi memiliki makna yang mendalam dan signifikansi praktis dalam kehidupan seorang Muslim.

Sumber: Al Qur’an Kemenag, editor: eFHa.