Scroll untuk baca artikel
BeritaNewsTrending

Polres Purbalingga Ungkap Kasus Penganiayaan Berujung Maut di Desa Cipaku

21
×

Polres Purbalingga Ungkap Kasus Penganiayaan Berujung Maut di Desa Cipaku

Sebarkan artikel ini

Kabar Ngetren/Purbalingga – Polres Purbalingga mengadakan konferensi pers terkait kasus penganiayaan yang menyebabkan kematian di Dusun Pangebonan, Desa Cipaku, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga. Acara tersebut digelar di Aula Wicaksana Laghawa Mapolres Purbalingga pada Kamis siang. (16/5).

Kasat Reskrim Polres Purbalingga AKP Aris Setiyanto memimpin konferensi pers dan menjelaskan bahwa insiden tragis tersebut terjadi pada Rabu (15/5) pukul 13.00 WIB. Korban, Misro, dan tersangka, NS, keduanya berasal dari Desa Cipaku, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga.

“Modus operandi pelaku adalah melakukan penganiayaan menggunakan golok hingga menyebabkan korban meninggal dunia,” ungkap AKP Aris Setiyanto, didampingi Plt Kasihumas Ipda Uky Ishianto dan Kaurbinops Satreskrim Ipda Win Winarno.

Kronologi kejadian bermula saat anak pelaku menangis di rumah, membuat korban yang tinggal di ruangan terpisah oleh sekat merasa terganggu. Korban kemudian menghampiri istri pelaku dan memarahinya hingga sempat memukul pipi istri pelaku.

“Istri pelaku kemudian mengadukan hal ini kepada suaminya melalui telepon. Pelaku yang saat itu sedang berjualan bakso di wilayah Desa Bumisari langsung pulang ke rumah,” jelasnya.

Setibanya di rumah, pelaku melihat kerumunan orang dan menduga istrinya mengalami sesuatu. Ia segera masuk dan mengambil golok, lalu menghampiri korban dan terjadi percekcokan.

“Pelaku membacok kepala korban pada bagian pelipis sebelah kiri. Korban berusaha merangkul pelaku, tetapi pelaku terus membacok punggung korban beberapa kali,” ungkap AKP Aris Setiyanto.

Pelaku kemudian menusuk perut korban beberapa kali, termasuk dada sebelah kiri, hingga korban tersungkur. Anak korban yang melihat kejadian tersebut berteriak meminta tolong, membuat pelaku panik dan melarikan diri.

“Setelah melakukan perbuatannya, pelaku membuang golok ke dalam sumur sedalam dua meter. Ia kemudian menyerahkan diri ke rumah ketua RT setempat hingga polisi datang dan mengamankannya,” jelasnya.

AKP Aris Setiyanto menambahkan bahwa korban dan pelaku masih berstatus saudara ipar. Istri korban dan istri pelaku adalah kakak beradik, dan hubungan antara korban dan pelaku yang tinggal satu rumah memang kurang harmonis.

Pelaku mengaku emosi karena saat berjualan ditelepon istrinya yang mengabarkan bahwa ia telah dipukul oleh korban. Pelaku yang dagangannya belum laku langsung pulang ke rumah dan melihat istrinya dikerubuti orang, yang membuatnya panik dan emosi hingga mengambil golok dan menyerang korban.

Pelaku menyampaikan penyesalannya dan meminta maaf kepada keluarga korban atas perbuatannya.

“Tersangka dikenakan Pasal 338 KUHP subsider Pasal 351 ayat (3) KUHP, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun untuk pembunuhan dan maksimal tujuh tahun untuk penganiayaan yang mengakibatkan kematian,” jelas Kasat Reskrim.

AKP Aris Setiyanto berpesan kepada masyarakat untuk menjaga hubungan baik dengan keluarga, tetangga, dan masyarakat sekitar agar kejadian negatif seperti ini tidak terulang. Polres Purbalingga akan menindak tegas kejahatan yang mengancam nyawa dan meresahkan masyarakat.

Sumber: Humas Polres Purbalingga, editor: eFHa.