Scroll untuk baca artikel
BeritaNewsTrending

Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 122/TS Kawal Ketat Proses Hukum Empat WNA Papua Nugini

15
×

Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 122/TS Kawal Ketat Proses Hukum Empat WNA Papua Nugini

Sebarkan artikel ini

Kabar Ngetren/Jayapura – Satgas Pamtas Statis RI-PNG Yonif 122/TS mengawal ketat proses hukum terhadap empat warga negara asing (WNA) asal Papua Nugini yang melintasi wilayah Indonesia tanpa dokumen resmi dan visa. Mereka ditemukan membawa vanili seberat 92,81 kg di Pos Komando Utama (KOUT) Skouw, Kampung Mosso, Distrik Muaratami, Kota Jayapura, pada Selasa (14/5).

Proses hukum yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri Jayapura ini merupakan bentuk ketegasan Satgas Yonif 122/TS dalam menindak pelanggaran batas wilayah Indonesia. Keempat pelaku, yaitu IK (33) asal Wewak, KT (28) asal Hutong, IP (26) asal Wewak, dan JT (36) asal Wewak, membawa empat karung vanili dengan berat total 92,81 kg melalui jalan tikus dan berhasil diamankan oleh personel yang sedang melakukan patroli.

Dalam proses persidangan, dua personel anggota Satgas Yonif 122/TS, Sertu Abdi Parwanto dan Pratu Bimbi, didampingi Perwira Hukum Satgas Yonif 122/TS Letda Chk Muhammad Rizky Royhan, S.H., memberikan kesaksian untuk melaksanakan proses hukum yang berjalan. Para pelanggar batas didakwa Pasal 119 ayat (1) UU RI Nomor 6 Tahun 2011, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

Letda Chk Muhammad Rizky Royhan, S.H., menyatakan bahwa para pelaku berniat menjual vanili tersebut ke wilayah Indonesia. “Pelaku berusaha meloloskan barang ilegal ini dan mencari pihak pembeli di daerah Koya dan Jayapura. Keempat pelaku beserta barang bukti selanjutnya kita serahkan kepada pihak yang berwenang guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ungkapnya.

Dansatgas Yonif 122/TS Letkol Inf Diki Apriyadi, S.Hub., Int., menegaskan bahwa Satgas Yonif 122/TS akan bekerja sama dengan instansi terkait, termasuk TNI, Kepolisian, dan instansi lainnya di perbatasan Skouw, untuk memperketat pengamanan di wilayah perbatasan. “Kami akan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, baik itu penyelundupan barang ilegal maupun hal lainnya yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di wilayah Papua,” pungkasnya.

Sumber: Pen Yonif 122/TS, editor: eFHa.