Scroll untuk baca artikel
Berita

Silaturrachmi dan Nostalgia Azisoko Harmoko, Sri Eko Sriyanto Galgendu Bersama Prof.Dr (HC) Drs. Habib Chirzin Pendiri dan Pembina GMRI

13
×

Silaturrachmi dan Nostalgia Azisoko Harmoko, Sri Eko Sriyanto Galgendu Bersama Prof.Dr (HC) Drs. Habib Chirzin Pendiri dan Pembina GMRI

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Acara silaturahmi dengan sesepuh GMRI (Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia) Prof. Dr.(HC) Drs. KH. Habib Chirzin di Pesantren Darunnajah, Jakarta Selatan, Rabu 15 Mei 2024, ikut dibicarakan rencana Pertemuan Persaudaraan Antar Bangsa yang akan dilaksanakan di Indonesia dalam waktu dekat di Jakarta, Yogyakarta dan Bali.

Inti pokok dari gagasan pertemuan persaudaraan antar bangsa-bangsa ini, papar Sri Eko Sriyanto Galgendu yang memperoleh pengukuhan resmi dari semua tokoh agama yang ada di Indonesia yang terhimpun dalam Forum Indonesia Damai adalah untuk mengukuhkan pengelolaan Candi Borobudur dan sejumlah peninggalan sejarah masa lampau di Indonesia menjadi pusat ziarah spiritual, bukan sekedar destinasi wisata semata, tandas Sri Eko Sriyanto Galgendu yang juga tengah meliputi kawasan Jl. Juanda Jakarta Pusat menjadi salah satu wisata kuliner malam yang dapat memberi manfaat kepada berbagai pihak.

Disela cerita tentang acara Conference International Pemberdayaan Masyarakat Pesantren, Habib Chirzin juga berkisah tentang keakrabannya dengan almarhum Menteri Penerangan semasa Presiden Soeharto dalam perjumpaan yang tiada direncanakan sebelumnya pada berkunjung ke sejumlah negara di Timur Tengah hingga Eropa sebagai aktivis perdamaian antar bangsa-bangsa.

Keakrabannya Habib Chirzin sebagai aktivis sekaligus pembina Pesantren Pabelan, Muntilan, Magelang yang sempat memperoleh dua kali penghargaan dari Agakhan Award, hadir juga Ajizoko, putra ragil Menteri Penerangan tiga periode semasa pemerintahan Presiden Soeharto.

Pemimpin Spiritual Nusantara, Sri Eko Sriyanto Galgendu sebagai salah satu pendiri GMRI bersama Habib Chirzin, Susuhunan Paku Buwono XII dan Gus Dur (KH. Abdurachman Wahid) serta Bikhu (Banthe) Pannavaro Mahathera, bernostalgia ikhwal sejarah mendirikan GMRI di Solo yang sudah berusia lebih dari dua lima tahun silam itu.

Momentum yang sangat bersejarah bagi GMRI diantara ditandai oleh penerimaan penghargaan untuk Sinuhun Paku Buwono XII Selaku Bapak Spiritual Perdamaian Dunia dari Sri Chinmoy Kumar Ghose, dari India. Namun reputasi bergengsi ini juga tidak kalah bergengsi telah diraih Pembina sekaligus Dewan Pengarah GMR, Habib Chirzin yang menghantar Pesantren Pabelan, Muntilan, Jawa Tengah memperoleh Aga Khan Award, suatu penghargaan yang cukup bergengsi dan prestisius untuk Arsitektur atau Aga Khan Award for Architecture (AKAA) yang berhasil mewadahi keperluan dan aspirasi masyarakat yang Islami dalam jalur rancangan kontemporer, pemukiman, pengembangan dan peningkatan lingkungan, restorasi, konservasi area, termasuk lansekap dan pengembangan lingkungan.

Penghargaan ini diterima pesantren Pabelan pada tahun 1981 disertai dana yang bernilai total US$ 500.000. Dan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah periode 1986-1989 ini memperoleh Gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Islam Negeri Yogyakarta pada 21 September 2022 dengan pidato ilmiahnya– yang kalau tidak salah ketika itu — “Wacana Baru Perdamaian dan Perlunya Mengarusutamakan Keamanan Manusia” yang mengacu pada perspektif Maqashid Al- Syariah.

Seabrek jabatan pada level nasional dan internasional telak dilakoninya mulai dari anggota Komnas HAM, Direktur Islamic Milinium Forum (INFO) hingga dewan pembina dan pendiri GMRI yang semakin mengukuh berbasis pada pondok pesantren, seperti Pabelan dan Darunnajah, Konsultan sekaligus Resident Representative The Netherlands Organization for International Development Coorporation (NOVIB) 1985-1986, Sekretariat Indonesia NGOs United Nations Forum NGOs dan anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia RI (Komnas HAM) serta pembina dan guru besar di sejumlah pesantren yang telah membumi di berbagai tempat dan daerah di Indonesia. Termasuk sejumlah buku yang telah diterbitkannya dan tersebar meluas dalam masyarakat.

Penulis: Jacob Ereste

Ulujami, 15 Mei 2024