Scroll untuk baca artikel
BeritaNewsTrending

Sulteng Darurat TPPO: Aktivis Desak Langkah Cepat Otoritas Pekerja Migran

104
×

Sulteng Darurat TPPO: Aktivis Desak Langkah Cepat Otoritas Pekerja Migran

Sebarkan artikel ini

Kabar Ngetren/Palu – Dalam upaya mengatasi perdagangan orang (TPPO) yang semakin mengkhawatirkan, para aktivis di Sulawesi Tengah mendesak pihak otoritas untuk bertindak cepat. Setelah berhasil membantu seorang warga melarikan diri dari agen Naker di Surabaya, laporan baru menunjukkan bahwa dua warga Desa Guntarano, Kabupaten Donggala, tengah hendak berangkat ke Saudi Arabia.

Demikian yang disampaikan oleh Yahdi Basma, Aktivis 98 Sulteng, yang juga merupakan kuasa hukum korban TPPO, bersama Julianer, Direktur LBH Sulteng, pada hari Kamis, (16/5), pukul 07.30 WITA.

Kedua warga tersebut, yang diidentifikasi sebagai RN dan SR, terancam menjadi korban TPPO. Meskipun informasi baru masuk pagi ini, mereka belum melarikan diri seperti kasus sebelumnya. Karena itu, komunikasi mereka terputus, meninggalkan mereka dalam bahaya.

Dalam konteks ini, peringatan Deputi II Kemenkopolhukam RI tentang darurat TPPO di Indonesia perlu diambil serius oleh pemerintah daerah, termasuk Sulawesi Tengah. Aktivis mendesak langkah-langkah konkret, termasuk laporan polisi terhadap agen ilegal dan tindakan cepat untuk mencegah keberangkatan kedua korban.

Dengan demikian, Sulawesi Tengah dianggap berada dalam darurat TPPO. Langkah pertama yang diambil adalah melaporkan kasus ini ke Mapolda Sulteng, sambil menuntut pihak berwenang untuk menggagalkan keberangkatan kedua korban dari Bandara Soekarno-Hatta.

Sumber: Humas LBH Sulteng, editor: eFHa.