Scroll untuk baca artikel
BeritaHeadlineNewsTrending

Mahasiswa Paniai IPMAPAN Kota Studi Sorong Rayakan Hari Lahir West Papua

1566
×

Mahasiswa Paniai IPMAPAN Kota Studi Sorong Rayakan Hari Lahir West Papua

Sebarkan artikel ini

Kabar Ngetren/Paniai – Ikatan Pelajar Mahasiswa/i Asal Paniai (IPMAPAN) Kota Studi Sorong Raya merayakan Hari Proklamasi bagi Bangsa West Papua yang ke-53. Pada Senin, (1/7), Hari ini diperingati sebagai momen bersejarah bagi rakyat Papua Barat sejak proklamasi kemerdekaan pada 1 Juli 1971.

Dalam sambutannya, Noak Kayame, Ketua Badan Pengurus Harian IPMAPAN, menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas kehadiran mahasiswa dan aktivis yang turut menyukseskan kegiatan ini.

“Secara pribadi, saya sangat patut apresiasi yang luar biasa atas kehadiran mahasiswa aktivis yang dapat menyukseskan kegiatan hari ini, sebagai hari proklamasi kemerdekaan bangsa West Papua,” jelas Kayame.

Panitia Tim Penggerak IPMAPAN, Ham Kadepa, menyatakan bahwa kegiatan selanjutnya akan direncanakan lebih meriah.

“Kami adalah mahasiswa sebagai ujung tombak simbol perlawanan. Di mana ada kegiatan organisasi mahasiswa, di situ tak lupakan simbol tangan kirinya,” jelas Kadepa.

Menase Yogi, Bendahara I Ikatan Forum (IPMANAPANDODE), menjelaskan bahwa kegiatan ini berjalan dengan baik dan menegaskan pentingnya pelaksanaan kegiatan besar yang melibatkan semua organisasi perjuangan bangsa West Papua, terutama pada hari-hari penting seperti hari HAM dan HUT kemerdekaan bangsa Papua.

“Kegiatan besar perlu dilaksanakan dengan tepat dari semua organisasi perjuangan bangsa West Papua,” ucap Yogi.

Titus Yeimo, anggota Tim Penggerak Mahasiswa Baru angkatan 2024 IPMAPAN, menegaskan penolakan mahasiswa asli Bibida terhadap pembangunan Koramil di daerah mereka.

“Secara pribadi, saya dan kami mahasiswa Paniai Kota Studi Sorong, cabut persiapan Koramil Bibida yang dilanjutkan pembangunan. Kami mahasiswa asli Bibida/Ugamo menolak secara tegas,” ungkap Yeimo.

Martinus Gobai, Ketua Penggerak Mahasiswa Baru angkatan 2024, menegaskan bahwa tanah Bibida adalah hak ulayat pribumi asli marga Kudiai, Gobai, dan Yeimo, dan bukan milik pihak lain.

“Bibida adalah hak ulayat pribumi asli marga Kudiai, Gobai, dan Yeimo, bukan hak ulayat Moni, Zonggenou, Nabelau, Duwitau, dan sebagainya,” tegas Gobai.

Salmon Yumai, seorang senior IPMAPAN di Kota Studi Sorong, menekankan pentingnya perjuangan untuk mendapatkan hak tempat bagi bangsa Papua, sama seperti bangsa-bangsa merdeka lainnya.

“Kami bangsa Papua menuntut untuk mendapatkan tempat kami sendiri. Sama seperti bangsa-bangsa merdeka di antara bangsa-bangsa itu, kami bangsa Papua ingin hidup sentosa dan turut memelihara perdamaian dunia,” tutup Yumai.

Baca Juga  Pembukaan In House Training Bidang Tindak Pidana Khusus Tahun 2024: Meningkatkan Profesionalisme Penegakan Hukum