Scroll untuk baca artikel
AgamaBeritaHeadlineNewsTrending

Pesan Moral Salmon Degei: Membangun Kualitas Anak Muda di Tanah Papua

996
×

Pesan Moral Salmon Degei: Membangun Kualitas Anak Muda di Tanah Papua

Sebarkan artikel ini

Kabar Ngetren/Nabire – Salmon Degei, S.Th., Ketua Departemen Pemuda Kingmi di Tanah Papua, menyampaikan pesan moral yang kuat tentang pentingnya pembentukan karakter anak muda. Dalam sebuah acara yang diadakan di Kingmi Papua, Degei menekankan empat pilar utama yang harus dipegang teguh oleh generasi muda untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik: rajin membaca buku, aktif berorganisasi, sering mengikuti diskusi, dan hidup dalam takut akan Tuhan. Minggu, (30/6).

“Profesi itu panggilan Tuhan. Saya tidak bisa datang mengatur dan mengada-ada di profesimu. Saya sangat menghargai kamu, kerjakan saja sesuai profesimu. Sayapun di sini, sebab itu profesiku,” ucap Degei dengan penuh ketegasan.

Dalam pidatonya, Degei juga menyampaikan doa yang penuh harapan bagi umat yang mengalami tekanan dan penindasan dari dunia.

“Jika kiranya ya Tuhan, hamba-Mu pergi dalam damai sejahtera, tiliklah umat-Mu yang terhimpit oleh penjajahan dunia. Kiranya kasih karunia dalam kemurahan-Mu, lawat umat-Mu yang diungsikan oleh dentuman bom dan senjata,” doanya.

Degei juga mengingatkan bahwa kuasa Tuhan melebihi segala sesuatu di dunia ini. “Ya Tuhan, kuasa-Mu melebihi langit yang tinggi dan melewati samudra yang luas; akankah dunia dan seterunya menandingi-Mu. Punya-Mulah langit, punya-Mulah bumi dan seisinya. Kiranya ya Tuhan, damaikan dan pulihkanlah negeri dan bangsa yang Engkau ciptakan untuk didiami bangsa hamba-Mu di dalam kebenaran, keadilan, dan kedamaian,” lanjutnya.

Dengan penuh keprihatinan, Degei juga memohon kekuatan bagi bangsanya untuk mempertahankan jati diri dan melawan keserakahan yang merusak tanah leluhur mereka.

“Kiranya Tuhan, kuasa-Mu memenuhi hati yang remuk dan jiwa yang patah. Pulihkan bangsa dan negeri ku ini. Jadikanlah kami pemberani untuk menjaga kebenaran Tuhan dan pemberani untuk menjunjung tinggi kebenaran yang diinjak-injak oleh kaum yang serakah dan naif di tanah leluhur kami. Dari rampasan harta karun kami—sungai, hutan, bukit, dan gunung kami yang dipatok di dalam geram oleh penguasa dunia.”

Di akhir pidatonya, Degei menutup dengan penuh harapan, “Kiranya ya Tuhan, kuatkan kami untuk teguh mempertahankan jati diri sebagai pemberian Tuhan di kolong langit, di belahan dunia yang ditempatkan Tuhan. Kiranya keselamatan dari-Mu adalah perisai kami di hari-hari hidup kami, umat-Mu yang tersisa di negeri surga yang terlantar ini.”

Baca Juga  Berita Duka: Wafatnya Nicolaus Kadepa, Pendiri Departemen Pemberdayaan Tujuh Suku di PTFI