Scroll untuk baca artikel
News

Polri Optimalisasi Teknologi Digital dalam Seleksi Anggota, Bentuk Penguatan Prinsip BETAH

13
×

Polri Optimalisasi Teknologi Digital dalam Seleksi Anggota, Bentuk Penguatan Prinsip BETAH

Sebarkan artikel ini

Kabar Ngetren/Jakarta – Asisten Sumber Daya Manusia (ASSDM) Polri, Irjen Dedi Prasetyo, mengungkapkan bahwa pihaknya terus memaksimalkan pemanfaatan teknologi digital sebagai bentuk penguatan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) dalam seleksi penerimaan anggota Polri.

“Pertama kalinya, Polri membentuk posko monitoring center CAT akademik dan psikologi,” kata Irjen Dedi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (29/5).

Mantan Kadiv Humas Polri ini menjelaskan bahwa tes dilakukan secara real-time dengan menggunakan CAT (computer-assisted test) yang diawasi oleh pengawas internal, antara lain Itwasum, Divpropam Polri, Direktorat Siber Bareskrim, dan Inteltek Baintelkam Polri.

Baca Juga  Melalui Turnamen Sepak Bola, Dandim Kutai Kartanegara Kodam VI/Mulawarman Harapkan Hasilkan Generasi Muda Yang Unggul

Tidak hanya pengawas internal, pelaksanaan tes penerimaan dengan menggunakan CAT juga diawasi oleh pihak eksternal, seperti BSSN, ahli IT dari Universitas Gunadarma, dan LSM Pesdam (peningkatan sumber daya manusia).

“Dalam pemanfaatan teknologi komunikasi yang telah dimiliki dan tersebar di 34 Satuan Wilayah, termasuk Papua dan Papua Barat,” ujar Dedi.

Dengan menggunakan CAT yang dapat dipantau secara real-time, hasil tes dapat langsung diketahui oleh peserta seleksi dan mengantisipasi kemungkinan adanya kerjasama antar peserta seleksi atau pihak lain yang ingin membantu peserta, karena soal yang ditampilkan di layar PC setiap peserta seleksi berbeda.

Baca Juga  Wamendagri Lantik 4 Anggota MRP Papua Barat di Manokwari

Selanjutnya, lanjut Dedi, jika terjadi permasalahan dalam proses seleksi, masalah tersebut dapat segera diselesaikan karena adanya keputusan langsung dari pengampu kebijakan. 

Melalui posko monitoring center ini, terdapat interaksi langsung antara Panitia Pusat dengan seluruh Panitia Wilayah, sehingga dapat dengan cepat mengatasi permasalahan-permasalahan yang muncul.

“Seperti kendala login ke server, gangguan perangkat komputer, atau gangguan jaringan listrik/internet,” tambah Dedi.

Dengan optimalisasi teknologi digital dalam seleksi anggota Polri ini, diharapkan prinsip BETAH dapat terwujud dengan lebih baik, menjadikan seleksi penerimaan anggota Polri lebih bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. (eFHa)

Kabar Ngetren