Kabar Ngetren/Jember – Muhammad Harsono, yang dikenal sebagai Pakde Nono, seorang Lurah di Kelurahan JEKI (Jember Kidul), Kaliwates, Jember, telah memulai gerakan anti pembuangan limbah minyak yang semakin mendapat perhatian. Gerakan ini berhasil merangsang partisipasi warga dengan pendirian Bank Jelantah di Kelurahan Jember Kidul. Senin, (10/6).
Pesan perubahan yang ditekankan oleh Pakde Nono berhasil mencuri perhatian masyarakat setempat, yang secara aktif bergabung dalam mengumpulkan minyak jelantah bekas sisa menggoreng untuk diuangkan di Bank Jelantah.
Pakde Nono menyatakan, minyak jelantah ini merupakan limbah rumah tangga yang sangat berbahaya jika dibuang sembarangan. Kami berharap warga Kelurahan Jember Kidul dapat lebih peduli terhadap lingkungan sekitar kita. Meskipun terlihat sepele, namun jika dihitung setiap hari pasti akan berdampak merusak alam.
Seorang pedagang gorengan, Abdul Rasid, mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran Bank Jelantah ini. Sebelumnya, sisa minyak jelantah hasil penjualan gorengannya selalu dibuang, namun kini dapat dijual ke Bank Jelantah, menjadi tambahan pendapatan untuk modal usahanya.
Minyak jelantah di Bank Jelantah Kelurahan Jember Kidul dihargai sebesar Rp. 2.500 per liter. Warga dapat mengumpulkan minyak tersebut melalui RT atau RW setempat atau langsung menitipkannya ke Bank Jelantah di Kelurahan JEKI.
Inisiatif dari Pakde Nono diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjaga kebersihan lingkungan serta mengelola limbah secara lebih efisien.