Scroll untuk baca artikel
BudayaNewsTrending

Cerita Muhammad Ja’far Hasibuan, Penemu Biofar SS

8
×

Cerita Muhammad Ja’far Hasibuan, Penemu Biofar SS

Sebarkan artikel ini
Kabar Ngetren – Ilmuwan muda berprestasi dunia, Muhammad Ja’far Hasibuan tokoh inspiratif pengubah dunia Penemu Biofar SS pernah meraih medali emas dan World Invention Intellectual Property Associations Special Award dalam ajang Kompetisi Dunia China Sanghai International Exhibition of Inventions.
Ketika terdengar ada uluran tangan Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo, yang memberikan rumah untuk menampung pasien di Rumah Klinik Gratis Seluruh Dunia,Jumat (07/04/2023)
Melalui uluran tangan Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo, keinginan pria sang penemu Biofar SS Ilmuwan kelas dunia yang ber prestasi ini telah terwujudkan.
Lokasi Rumah Klinik Gratis pemberian Kapolri ini di Jalan Sari Gang Teratai 12 Nomor 6 Dusun 6 Desa Marendal I Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut) persisnya di depan Pajak Bengkok.
Sebelumnya Klinik Biofar SS pengobatan gratisnya menyewa ruko klinik di Alamat Jl.Seksama Ujung No.86 Kel. Medan Tenggara Kecamatan, Medan Denai, Kota Medan. 
Namun akhir bulan Maret 2023 selesai melayani pengobatan tradisional herbal segala macam penyakit kulit luar dalam melayani pasien dari se nusantara maupun dari luar negri dibantu cuma-cuma alias gratis.
“Syukur alhamdulillah doa saya didengar Allah. Melalui tangan dan perhatian bapak Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo, saya dan keluarga dibantu sebuah rumah yang akan dijadikan praktek pengobatan tradisional sekaligus tempat tinggal,” ungkap Ja’far di Kantor Notaris di Jalan Sumarsono, Medan. 
Sudah Bisa Datang Berobat Gratis alias cuma-cuma 
Tentunya Doa Muhammad Ja’far Hasibuan, keinginannya memiliki rumah penelitian dan praktek pengobatan tradisional herbal didengar oleh Allah SWT. Berkat Uluran Tangan Kapolri ini, Muhammad Ja’far Hasibuan menyebut siapapun kini “Sudah Bisa Datang Berobat Gratis” baik dalam negri maupun dari luar negri.
Muhammad Ja’far Hasibuan bersujud syukur mengucapkan terimakasih kepada Allah SWT yang telah mengabulkan doanya dan mengalir pahalanya selamanya bagi bapak Kapolri Listyo Sigit.
Rasa haru pria ini sebagai rasa kebahagiannya mendapatkan bantuan berupa rumah yang akan dijadikan sebagai tempat penelitian praktek pengobatan tradisional herbal di Klinik Biofar SS.
“Rumah tersebut juga dimanfaatkan untuk tinggal bersama istri dan anaknya”. katanya kepada awak media.
Muhammad Ja’far Hasibuan bercerita, kemarin (Selasa, 28/2/2023), utusan Kapolri dari Polda Sumatera Utara (Sumut) menghubunginya.
Utusan Kapolri itu, meminta dokumen KTP pribadi Muhammad Ja’far Hasibuan untuk keperluan notaris.
“Tadi pagi, saya pamitan dengan istri dan anak untuk berangkat kerja menuju Kantor Notaris di Jalan Sumarsono di saat hujan deras ia tetap berangkat mengendarai roda dua yang sudah di jadwalkan. Di lokasi saya telah ditunggu utusan Kapolri dari Polda Sumut dan notaris,” ujarnya.
Muhammad Ja’far Hasibuan mengungkapkan, Kapolri memberikan bantuan sebuah rumah sekaligus tempat penelitian ukuran 90 meter persegi.
“Tadi, saya melakukan balik nama rumah tersebut di Kantor Notaris PPAT Robin Hudson Sitanggang., S.H., SpN,” ucap Ja’far.
Rumah Klinik Gratis dan Tempat Penelitian
Muhammad Ja’far Hasibuan, tak ketinggalan mengucapkan terimakasih kepada ayah angkatnya yang merupakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang tiada hentinya memberikan perhatian khusus, sejak Muhammad Ja’far Hasibuan mengalami musibah kemalingan di praktek pengobatanya sebelumnya.
“Saya ucapkan banyak terimakasih atas atensi ayah Jenderal Listyo Sigit Prabowo hingga detik ini kepada saya dan keluarga. Bantuan kali ini sangat luar biasa, saya tidak menyangka kebaikan ayah Jenderal Listyo Sigit Prabowo membantu saya dan keluarga. Dengan pemberian sebuah rumah saya doakan selalu mengalir pahalanya kepada Bapak Kapolri,” ujar ilmuwan berusia 29 tahun ini.
Ilmuwan tokoh dunia yang merantau dari sejak sekolah dasar Hingga menammatkan kuliah membiaya sendiri biaya pendidikannya juga kelahiran Padang Lawas Utara (Paluta).
Anak kedua dari sepuluh bersaudara ini di perantauan ia mengingat perjuangan yang pernah dialaminya masa lalu bahkan beliau pernah tinggal di bawah jembatan dan tidur di emperan sebuah pasar.
 Yang merantau dari kampung halamannya ia tidak lupa, saat memutuskan berjuang dan bersaing di belahan dunia kini kelemahannya terbayar sudah.
“Berkat uluran tangan ayah Kapolri ini, saya siap melayani dengan ikhlas pengobatan bagi masyarakat kurang mampu secara gratis,” pungkas pemuda sepuluh bersaudara ini.
Kabar Ngetren