Scroll untuk baca artikel
NewsTeknologi

Nasabah BCA Harus Tahu, Peringatan dari Bos BCA: Hati-hati Saat Transaksi Digital

27
×

Nasabah BCA Harus Tahu, Peringatan dari Bos BCA: Hati-hati Saat Transaksi Digital

Sebarkan artikel ini
Kabar Digital – Dalam era digitalisasi yang semakin pesat, transaksi online telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Namun, dengan kecanggihan teknologi juga datanglah risiko keamanan yang perlu diwaspadai. Bos Bank Central Asia (BCA), salah satu bank terbesar di Indonesia, mengingatkan nasabahnya untuk berhati-hati saat melakukan transaksi digital.
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh CEO BCA, Jahja Setiaatmadja, pada konferensi pers Kamis, (29/2/2024), ia menekankan pentingnya keamanan dalam setiap transaksi online. Beliau menyampaikan bahwa dengan meningkatnya jumlah transaksi digital, para pelaku kejahatan juga semakin berusaha mencari celah untuk melakukan tindakan penipuan dan pencurian data.
“Kami menghimbau kepada semua nasabah BCA dan masyarakat umum untuk selalu waspada saat melakukan transaksi online. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau data penting seperti nomor kartu kredit, kata sandi, atau OTP (One Time Password) kepada pihak yang tidak terpercaya,” ujar Jahja.
Selain itu, Jahja juga menyoroti pentingnya menggunakan perangkat lunak keamanan yang terpercaya dan terus memperbarui sistem keamanan dalam perangkat digital. Menurutnya, investasi dalam keamanan cyber merupakan hal yang sangat penting bagi setiap perusahaan maupun individu.
BCA juga aktif mengadakan kampanye kesadaran keamanan digital melalui media sosial dan program edukasi kepada nasabahnya. Mereka menawarkan tips dan trik untuk mengidentifikasi upaya penipuan serta langkah-langkah yang harus diambil jika menjadi korban kejahatan digital.
Dalam mengakhiri pernyataannya, Jahja Setiaatmadja menekankan bahwa keamanan digital merupakan tanggung jawab bersama antara bank, nasabah, dan pemerintah. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan sistem keamanan kami, namun kami juga membutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat dalam memerangi kejahatan cyber,” katanya.
Dengan peringatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan proaktif dalam melindungi diri mereka dari ancaman kejahatan digital saat melakukan transaksi online. Keamanan harus tetap menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas digital, demi melindungi informasi pribadi dan keuangan dari risiko yang mengintai.